4 Hal Seputar Format Flashdisk yang Sebaiknya Kamu Ketahui

format flashdisk

Apa ya kira – kira yang harus diketahui tentang hal seputar format flashdisk? Flashdisk merupakan salah satu benda penting dalam kehidupan kita. Tidak hanya bagi siswa sekolah, mahasiswa, maupun para pekerja saja. Hampir semua orang menggunakan flashdisk. Bedanya hanyalah seberapa sering saja. Salah satu masalah utama yang sering kita temukan di flashdisk adalah gampangnya terkena virus.

Terlebih jika kita sering gonta – ganti laptop menyimpan file – file dari situs – situs luar, dan langganan warnet. Buat kamu yang sudah pengalaman bolak balik ganti karena error dan bervirus, format flashdisk bisa menjadi solusi terbaik. Selain bisa mengembalikan performa flashdisk seperti baru, kamu juga bisa menghemat kocek agar tidak beli melulu dan laptop pun selamat dari terjangan virus – virus nakal.

Amankan File Penting sebelum Format Flashdisk

Untuk kamu yang belum familiar dengan istilah format flashdisk, kamu harus tahu bahwa format berbeda dengan scan virus. Format artinya, kamu membersihkan flashdisk dengan membuang semua file yang ada dan menjadikannya kosong sepenuhnya. Tidak ada bahkan 1 bit file pun tersiksa. Plus kamu juga bisa berkemungkinan memperbaiki flashdisk yang memiliki bad sector

Apa itu bad sector? Bad sector adalah semacam kerusakan yang terjadi di dalam flashdisk diakibatkan oleh virus atau kelalaian pemakainya secara fisik. Oleh karena itu, bad sector pun terbagi menjadi dua, yakni kerusakan yang sifatnya software dan kemungkinan besar diakibatkan oleh serangan malware. Kemudian kerusakan fisik seperti bengkok, terkena air, dan sebagainya. Format flashdisk hanya bisa menangani permasalahan karena kerusakan software.

Karena format flashdisk akan menghapus semua data kamu dan kembali ke nol, kamu harus benar – benar memeriksa file di flashdisk tersebut. Jika tidak ada data penting yang nantinya akan diperlukan, kamu bisa langsung format. Jika masih ada data penting, disarankan untuk memindahkannya ke tempat lain.

Namun, jangan pindahkan lagi ke flashdisk yang sudah di format, jika file belum dibersihkan dari virus. Karena bisa saja sumber virus berasal dari file tersebut, atau sudah terjangkit. Kamu bisa memasukkannya ke CD, atau membersihkan virusnya dahulu. 

Tentukan Format dengan File Explorer atau CMD

Sebelum melakukan format flashdisk, tentukan dulu cara yang ingin kamu gunakan. Apakah menggunakan File Explorer atau CMD. Kebanyakan orang menggunakan fungsi format melalui File Explorer karena lebih mudah, dan gampang diimplementasikan oleh orang awam. Sedangkan format via CMD biasanya hanya dilakukan orang – orang yang berkecimpung di dunia komputer saja. 

Menurut sebagian orang, kedua format ini memiliki efek sama saja. Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa melalui CMD lebih baik. Kamu tinggal pilih mau coba versi yang mana. Kamu juga bisa memilih untuk format di sistem operasi apa. Apakah mau format di Linux atau Windows.

Hati Hati dengan Quick Format 

Saat kamu melakukan format via File Explorer, kamu akan menemukan tampilan pengaturan format. Salah satu kategori yang harus kamu tentukan adalah apakah ingin Quick Format atau tidak. 

Jika kamu memilih Quick Format, maka kamu memberitahukan sistem untuk tidak memperbaiki apapun kerusakan yang mungkin terdapat di flashdisk seperti yang sudah dijelaskan di poin pertama. Sebaliknya, jika kamu tidak mencentangnya, maka sistem akan memeriksa flashdisk untuk memastikan apakah ada kerusakan software atau tidak. Kemudian, sistem akan memperbaiki jika ada kerusakan. 

Bedanya, proses Quick Format lebih cepat karena sistem tidak perlu melakukan pemeriksaan terhadap kerusakan yang mungkin terjadi. 

Hal Seputar Format Flashdisk – Kenali File System 

File system adalah salah satu hal seputar format flashdisk yang wajib kamu tahu. Mengenali File System juga sangat penting, terlebih untuk kamu yang masih awam tentang dunia format flashdisk.

Sama seperti Quick Format, ketika kamu ingin memformat flashdisk, akan muncul pilihan – pilihan yang harus kamu tentukan. Biasanya sudah default terisi. Jadi kamu tinggal format saja. Jika kamu mau mengatur sendiri, kamu harus hati – hati dalam memilih file sistem. 

FAT32 merupakan file system yang biasanya sudah tercantum default. Jika kamu memilih ini, artinya kamu membiarkan flashdisk kamu untuk bisa diakses melalui sistem operasi apapun seperti Windows, Linux, Mac, dan lainnya. 

NTFS merupakan file system yang membuat flashdisk kamu hanya bisa dibuka di Windows saja. Hati – hati buat kamu pengguna Mac atau Linux yang tidak sengaja format dengan file system ini. Karena flashdisk kamu tidak bisa di buka di sistem operasi lain. 

Cara format flashdisk juga bisa menggunakan software siap pakai yang bisa dijalankan di berbagai platform berbeda. Banyak software yang ditawarkan mulai dari yang gratis hingga berbayar. Beberapa diantaranya adalah JetFlash Recovery Tool dan Kingston USB Format Tool. Untuk Kingston sendiri bisa digunakan di Windows terbaru, bahkan yang sudah lama sekalipun.

Itu dia beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang format flashdisk. Selain menggunakan tools gratis yang sudah tersedia, kamu juga bisa memilih beberapa software berbayar yang aman dengan berbagai macam kelebihannya. Misalnya saja HDD Low Level Format, Martik USB Disk, dan masih banyak lagi.