Samsung Galaxy S Series History : Inovasi Tiada Henti

Samsung Galaxy S Series Evolutions

Sama halnya dengan Roma yang tak dibangun dalam sehari. Samsung membutuhkan waktu cukup lama agar menjadi produsen smartphone terbaik seperti sekarang. Tidak dapat dipungkiri lagi, jikalau pendorong utama penjualan mereka di puncak pasar adalah jajaran smartphone andalannya. Sejak kehadiran Samsung Galaxy S series, produk mereka kini tidak hanya dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi produk rumah tangga.

Untuk itu, kali ini kita akan sedikit kembali ke masa lalu, menggambarkan timeline dari flagship Samsung Galaxy S series dari seri sebelumnya hingga terbaru saat ini. Oke, tanpa basa-basi lagi, mari kita jelajahi evolusi jajaran ponsel pintar bertenaga Android paling sukses sejauh ini!.

Samsung Galaxy S (2010)

Samsung Galaxy S atau S I ini dirilis pada 2 Juni 2010 dan telah terjual lebih dari 20 juta unit. Dari segi spesifikasi, smartphone ini memiliki spesifikasi monster pada masanya. Samsung memulai debutnya bersama Galaxy S dengan layar Super AMOLED 4-inch dan chipset Hummingbird 1GHz buatan mereka sendiri.

Bukanlah hal baru apabila sebuah produk baru diluncurkan pertama kali tanpa masalah. Karena Galaxy S sejatinya bukanlah ponsel yang sempurna yang memiliki beragam masalah dan keanehan tertentu. Meskipun demikian, seri tersebut merupakan salah satu ponsel yang terkenal dalam sejarah Samsung dan termasuk ponsel terbaik pada tahun 2010. Banyak orang, termasuk kami, juga menganggapnya sebagai Smartphone Android terbaik pada tahun 2010.

Baca Juga : 5 Smartphone Android Mid-End Terbaik 2020.

Samsung Galaxy S II (2011)

Seri unggulan kedua Samsung untuk seri Galaxy S ialah Galaxy S II. Tahun tersebut merupakan tahun dengan pekerjaan tersulit untuk Samsung mengulangi kesuksesan mereka. Faktanya Samsung hanya perlu waktu 55 hari untuk dapat menghabiskan lebih dari 3 juta unit dari seluruh dunia. Yang mana dalam 5 bulan lebih dari 10 juta unit Galaxy S II telah dikirimkan di seluruh dunia. Selain itu, ponsel ini telah dinobatkan sebagai “Smartphone Of The Year” di MWC 2012.

Pengguna mana yang tidak suka dengan seri Galaxy S II ini? Tidak ada!. Karna saat itu Galaxy S II merupakan ponsel tertipis di dunia yang hanya berukuran 0.33″ (8.49mm). Dan juga datang dengan perangkat keras yang sangat cepat serta tampilan Super AMOLED yang jauh lebih baik dari pendahulunya.

Namun, sekali lagi Samsung mengulangi kesalahan yang sama. Salah satu masalah serius dari Galaxy S II yakni terletak pada desainnya yang tidak menarik dan terlihat stale.

Baca Juga : 8 Fitur Keren dari Android 10 Yang di Tunggu Pengguna Android.

Samsung Galaxy S III (2012)

Jika Galaxy S II memiliki pekerjaan yang sulit untuk membuatnya terkenal dipasaran, maka Galaxy S III dapat dikatakan mencapai prestasi nyata. Harapan publik untuk flagship dari generasi Galaxy S ketiga cukup tinggi pada tahun 2012. Singkatnya, device tersebut akan mengupgrade lebih baik lagi untuk perangkat kerasnya serta desain baru yang lebih sporty. Yap, samsung mendengar harapan tersebut, tapi tidak seluruhnya.

Benar, Galaxy S III terlihat buruk setengah pada saat itu. Namun desain plastiknya yang “Nature insipired” jauh berbeda dari bodi keramik yang sangat dinanti oleh banyak orang. Jelasnya itu bukan perangkat yang memiliki kualitas terbaik pada tahun 2012. Meskipun demikian, perangkat tersebut merupakan salah satu yang paling mampu mereka hadirkan kala itu.

Dengan tampilan yang cantik dan kinerja super-smooth. Galaxy S III bersinar dengan TouchWiz UI yang disempurnakan serta user experience secara keseluruhan tidak ketinggalan memanjakan penggunanya.

Baca Juga : Inilah Daftar Smartphone 5G yang telah dijual di Indonesia.

Samsung Galaxy S4 (2013)

Samsung Galaxy S III. Bayangkan device tersebut dipikiran Anda, sekarang bayangkan perangkat serupa dengan profil yang lebih ramping, perangkat keras yang lebih kuat, dan … lebih baik dalam segala hal. Yap, sebenarnya yang anda bayangkan itu adalah Galaxy S4.

Selain beralih dari angka romawi ke Arabic Numerals, S4 juga hadir dengan layar yang lebih besar, SoC yang lebih cepat, kamera yang lebih baik, dan TouchWiz UI yang lebih kaya fitur yang bahkan lebih ringkas daripada pendahulunya.

Dengan kehadiran Galaxy S4, dapat dikategorikan sebagai ponsel yang hebat, tetapi apakah itu upgrade yang layak untuk pemilik S III diluar sana?

Mungkin peningkatannya tidak terlalu menarik, apalagi ketika Anda mengingat perbedaan antara S II dan S III. Namun, bagi mereka yang baru saja beralih ke seri Galaxy, Galaxy S4 adalah salah satu ponsel yang terbaik pada masanya.

Baca Juga: 7 Smartphone Android One Terbaik dan Murah Yang Telah Tersedia di Indonesia.

Samsung Galaxy S5 (2014)

Dengan Galaxy S5, Samsung memutuskan untuk membumbui semuanya. Meskipun sebagian besar desainnya tetap sama, device ini merupakan andalan Samsung pertama yang tahan air dan debu, yang memang meminjam fitur-fitur tersebut dari S4 Active. Desain “Glam” penutup belakang bukanlah hal yang paling menarik diluar sana, tapi tetap saja itu berfungsi dengan baik serta menarik perhatian.

Secara keseluruhan, S5 adalah pengulangan lain dari formula kemenangan yang disajikan dengan S III yang berfokus pada perangkat keras dan fitur perangkat lunak yang berguna. Tepat sekali, fungsi menarik perhatian tersebut masih menjadi bagian daya tarik dari TouchWiz, tetapi Samsung telah sedikit mengencangkannya kali ini.

Namun, tetap saja Galaxy S5 secara universal dikritik akan desainnya yang tidak menarik sama sekali.

Baca Juga: 10 Games Offline Terbaik di Android Yang Dapat dimainkan Gratis!

Samsung Galaxy S6 & S6 Edge (2015)

Setelah habis-habisan dikritik tentang desain dari tahun ke tahun, Samsung akhirnya benar-benar melangkah ke desain dengan Galaxy S6. Kaca dan logam, terjalin dalam tubuh langsing yang sedap dipandang mata. Untuk pertama kalinya, panel Quad HD super tajam tiba untuk layar yang memiliki 2560 x 1440 piksel penuh, lebih banyak daripada kebanyakan laptop pada saat itu.

Menariknya, Samsung menghapus tiga fitur yang disukai banyak orang di S5 yakni water protection, baterai yang dapat dilepas dan kartu microSD hingga menimbulkan gelombang kritik dari beberapa masyarakat.

Dalam segala hal, Galaxy S6 adalah langkah evolusi yang substansial. Berspesifikasi monset di mana pun Anda melihatnya, device itu tidak bungkuk di departmen perangkat keras. Dari segi perangkat lunak, ini menunjukkan kepada kita bahwa ketika Samsung menginginkan sesuatu, itu lebih dari sekadar mampu mencapainya. Bahkan TouchWiz menjadi lebih kencang, hampir tidak ada fitur yang tidak perlu dan menarik perhatian, maka user experience terbaiklah yang Anda dapatkan.

Di sisi lain, S6 Edge memperkenalkan fitur tampilan melengkung ganda yang mana Samsung adalah industri pertama yang mengenalkannya diseluruh dunia. Itu bisa dibilang smartphone yang lebih menarik, dengan layar menjadi pembeda antara kedua ponsel tersebut.

Beli Samsung Galaxy S6 – Rp 2.400.000

Samsung Galaxy S7 & S7 Edge (2016)

Pada tahun 2016, Samsung memiliki Galaxy S7 biasa dan Galaxy S7 Edge yang radikal, layarnya lebih besar dan lebih berani. Keduanya adalah evolusi dari desain S6 yang sukses dan sesungguhnya dapat mengubah perspektif apa yang orang sukai.

Perubah terbesar pada ponsel ini mungkin di terdapat pada kamera, yang mana merupakan pertama kalinya mengadopsi teknologi auto fokus Dual Pixel yang memungkinkan kamera untuk fokus sangat cepat. Seri S7 juga menghadirkan peningkatan besar dalam foto cahaya rendah dan secara luas dianggap sebagai langkah maju yang besar untuk fotografi smartphone.

Bagaimanapun juga Samsung merasakan ketidakpuasan dengan keputusan untuk menghapus beberapa fitur dari S6 dan dua dari fitur yang dihapus tersebut kembali lagi pada seri S7. Yang mana fitur yang dihapus tersebut ialah water protection dan kartu microSD, tetapi baterai yang dapat dilepas itu hilang selamanya dan tidak akan pernah kembali lagi pada ponsel Galaxy S Series.

Kedua ponsel mengemas pukulan dengan spesifikasi teratas untuk saat itu dan S7 Edge khususnya adalah Best Seller.

Beli Samsung Galaxy S7 Edge – Rp 3.999.999

Samsung Galaxy S8 dan S8 Plus (2017)

Seri Galaxy S8 tiba setelah tahun yang sangat sukses untuk Samsung dan jajaran S7. S8 dan S8 Plus bukan perbaikan yang revolusioner, tetapi mereka memang memperkenalkan bezel yang lebih ramping di bagian depan saat Samsung memindahkan sensor sidik jari yang menghadap ke depan dari seri S7 ke belakang pada keluarga S8.

Ini juga merupakan ponsel pertama yang datang dengan Bixby, asisten Samsung yang benar-benar malang nasibnya karna tidak populer dan menjadi lebih menjengkelkan daripada peningkatan.

Terlepas dari itu, keluarga Galaxy S8 ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 835, sementara dipasar di luar AS menggunakan Samsung Exynos 8895 sendiri.

Beli Samsung Galaxy S8 – Rp 3.800.000
Beli Samsung Galaxy S8+ – Rp 3.950.000

Galaxy S9 dan S9 Plus (2018)

Galaxy S9 dan S9 Plus tiba pada tahun 2018 dan membawa kamera yang ditingkatkan dengan dual aperture yang menjanjikan fotografi cahaya rendah yang lebih baik, serta peningkatan kinerja secara keseluruhan.

S9 ditenagai oleh chip papan atas saat itu yakni Snapdragon 845 dan memiliki 4GB RAM pada S9 dan 6GB RAM pada S9 Plus dengan penyimpanan internal 64GB yang dapat ditambah menggunakan kartu microSD. Untuk wilayah Amerika Serikat menggunakan chip Snapdragon 845 sedangkan secara global ponsel yang dikirimkan menggunakan chip Exynos 9810 buatan Samsung.

Satu hal yang diperbaiki Samsung tahun ini ialah sensor sidik jari. Seri S8 memiliki sidik jari yang diposisikan secara aneh di sisi kamera belakang dan pengguna akan sering menekan lensa kamera daripada pemindai sidik jari, ditambah itu agak tinggi dan sulit dijangkau.

Pada S9, sidik jari masih dibagian belakang telepon, tetapi di bawah kamera dimana lebih masuk akan dan lebih mudah dijangkau.

Beli Samsung Galaxy S9 Rp 11.880.000
Beli Samsung Galaxy S9+ Rp 6.990.000

Samsung Galaxy S10e, S10 dan S10 Plus (2019)

Pada tahun 2019, untuk pertama kalinya Samsung memperkenalkan tiga ponsel andalan dalam seri Galaxy S yakni Samsung Galaxy S10 kecil, Samsung Galaxy S10 Plus besar dan model baru yang menargetkan mereka yang mencari ponsel super ringkas yang dapat Anda gunakan dengan mudah dengan satu tangan, yap Galaxy S10e. Ponsel ini memperkenalkan desain yang berlubang yang secara signifikan mengurangi bezel.

Semua ponsel berbagi prosesor Snapdragon 855 yang sama dan mengesankan untuk penyimpanan internal 128GB, ditambah mereka menonjolkan penawaran dengan fitur-fitur seperti jack headphone 3.5mm dan slot kartu microSD yang telah dilepas oleh banyak pabrikan pada tahun 2019.

S10 dan S10 Plus memperkenalkan sistem tiga kamera baru yang mencakup lensa telefoto, ultra-wide dan wide, sedangkan Galaxy S10e super ringkas tidak memiliki lensa telefoto.

Beli Samsung Galaxy S10Rp 10.300.000
Beli Samsung Galaxy S10+Rp 11.600.000
Beli Samsung Galaxy S10e – Rp 9.999.000

Samsung Galaxy S20, S20 Plus dan S20 Ultra (2020)

Seri Galaxy S20 fokus pada peningkatan kamera yang zoom lebih jauh, serta adopsi konektivitas 5G dan kapasitas baterai yang lebih besar.

Seri ini dipimpin oleh S20 Ultra, telepon yang memiliki sistem kamera yang jauh lebih baik daripada S20 dan S20 Plus. Ultra untuk pertama kalinya dikenalkan pada Seri Galaxy, yang mana memperkenalkan sensor kamera utama 108 megapiksel yang berfungsi untuk menggabungkan beberapa piksel menjadi satu foto yang tampak lebih baik. Ponsel Samsung ini juga pertama kalinya mendatangkan lensa periskop dengan 4x Native Zoom dan 10x Hybrid Optic lossless zoom. Bahkan Anda dapat mendorongnya hingga 100x menggunakan digital zoom.

Ketiga ponsel seri Galaxy S20 menawarkan dukungan untuk 5G, dan mereka datang dengan kapasitas baterai yang besar yakni 5.000 mAh pada S20 Ultra, 4.000 mAh pada S20 Plus dan 4.000 mAh pada S20. Ketiganya juga hadir dengan prosesor Snapdragon 865 di Amerika serikat dan Globalnya Exynos 990 yang memiliki RAM 12 GB yang dapat menyimpan data sebanyak 128GB dan masih bisa ditambahkan dengan kartu microSD.

Seri S20 juga menandai pertama kalinya Samsung melepas jack headphone 3.5mm dari seri andalannya.

Baca Juga : 5 Aplikasi Streaming Film Gratis di Android

Berikutnya inovasi apalagi yang akan ditunjukan oleh Samsung ya?. Sembari nunggu device yang baru lagi dari lini Galaxy Series, bagikan ceritamu menggunakan Samsung Galaxy di kolom komentar ya.